Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by Admin on Mon Jun 02, 2008 10:19 am


Dokter dan perokok perlu pengobatan baru untuk berhenti merokok yang lebih efektif



Para perokok yang pernah mencoba berhenti pasti paham betul bahwa berhenti merokok bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Banyak perokok yang ingin berhenti merokok hanya dengan mengandalkan motivasi diri sendiri dan lingkungan serta berbagai metode alternatif, ternyata gagal dan kembali merokok. Hal ini terungkap dalam semiloka tentang alternatif berhenti merokok yang diadakan hari ini di Jakarta oleh PT. Pfizer Indonesia dengan menampilkan Dr. Menaldi Rasmin, SpP(K), spesialis penyakit paru, sebagai pembahas utama.

Sulitnya berhenti merokok ini ditunjukkan oleh sebuah survei berskala internasional yang dilakukan Pfizer Inc. yaitu studi SUPPORT (Smoking: Understanding People’s Perceptions, Opinions and Reactions to Tobacco). Hasil survei ini memperlihatkan bahwa 56% responden yang sedang dalam proses berhenti merokok berpendapat bahwa berhenti merokok adalah hal tersulit yang pernah mereka lakukan. Kebanyakan perokok percaya bahwa keberhasilan dalam upaya berhenti merokok terutama terletak pada kuatnya keinginan dari diri si perokok itu sendiri. Namun ternyata hasil survei membuktikan bahwa keinginan kuat saja tidak cukup untuk berhenti merokok. Lebih dari setengah responden pernah mencoba untuk berhenti merokok setidaknya tiga kali dan 80% di antara mereka yang gagal tersebut hanya mengandalkan keinginan yang kuat saja.1

Sulitnya berhenti merokok ini tidak dapat dipisahkan dari sifat adiktif yang dimiliki nikotin. Berbagai studi menunjukkan bahwa nikotin memiliki efek candu yang setara dengan obat-obatan ‘keras’ seperti heroin atau kokain.2 Pernyataan ini semakin diperkuat oleh hasil survei STOP (Smoking: The Opinion of Physicians) yang juga dilakukan oleh Pfizer Inc., dimana hampir semua dokter sepakat bahwa merokok merupakan sebuah perilaku adiktif dan 81% menganggap kebiasaan ini sebagai masalah kesehatan kronis yang berulang. Di antara para dokter tersebut, 71% berpendapat bahwa merokok harus diklasifikasikan sebagai masalah kesehatan dan 64% percaya bahwa dengan diklasifikasikannya merokok sebagai masalah kesehatan, maka perokok akan semakin terdorong untuk berhenti.3

Sedikit berbeda halnya di Indonesia, dimana dokter menganggap merokok merupakan kebiasaan buruk semata. Mereka belum menganggap rokok sebagai masalah kesehatan yang ‘urgent’ dan hanya memulai diskusi tentang rokok bila menghadapi kasus penyakit yang terkait dengan rokok, misalnya bronkitis, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), alergi saluran nafas dan penyakit jantung.Tugas ini menjadi lebih sulit karena pasien biasanya tidak mengakui bahkan menyangkal bahwa mereka adalah perokok. Pasien pun cenderung untuk menolak ditanya lebih jauh oleh dokter mengenai riwayat merokok pada awalnya.4

Berdasarkan Varenicline Asian Consumer Research pada populasi Asia, termasuk Indonesia, yang didukung oleh Pfizer Inc. pada akhir tahun 2006 lalu, jumlah perokok di Indonesia mencapai 68,8% dari total populasi pria. Mayoritas telah merokok secara terus menerus setidaknya selama 11 tahun, dan setiap harinya menghabiskan rata-rata 11 batang rokok atau lebih. Bahkan, setengah dari responden menyatakan mereka biasa menghabiskan 11-20 batang rokok per hari.5

“Merokok sudah dianggap hal biasa dan di Indonesia kita dapat dengan mudah menemukan orang yang merokok di tempat publik. Padahal, saat seseorang menghirup asap rokok, maka ribuan zat kimia berbahaya ikut pula masuk ke dalam saluran pernapasannya. Zat kimia berbahaya tersebut terdiri dari kurang lebih 4000 zat kimia, 60 diantaranya dapat menyebabkan penyakit paru dan jantung. Zat tersebut antara lain nikotin yang bersifat adiktif, tar yang bersifat karsinogen dan racun seperti karbon monoksida,” jelas Dr. Menaldi Rasmin, SpP(K) tentang bahaya merokok.

Saat ditanya kepada para responden di Indonesia tentang apa yang didapat dari merokok, lebih dari setengah menjawab bahwa merokok memberikan rasa nikmat dan kebanyakan dari mereka merokok untuk relaksasi, untuk menghabiskan waktu, dan membantu mengurangi stres. Beberapa orang mengatakan bahwa merokok juga membantu memperbaiki mood dan ada anggapan bahwa pria merokok itu menarik di mata wanita.5

Rata-rata satu dari tiga orang perokok di Indonesia sangat ingin berhenti merokok. Dari seluruh responden yang diwawancarai, 30% di antaranya pernah mencoba secara serius untuk berhenti merokok setidaknya satu kali dalam periode satu tahun belakangan, dan sisanya pernah mencoba berhenti setidaknya satu kali dalam periode 5 tahun belakangan.5

”Karena sulit untuk berhenti merokok, banyak orang yang memutuskan untuk hanya mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap dalam sehari. Namun, meski hanya menghisap satu batang per hari pun, rokok tetap berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk meningkatnya risiko penyakit jantung,” lanjut Dr. Menaldy Rasmin, SpP(K). “Ada juga yang memilih untuk menghisap rokok rendah tar dan rendah nikotin. Namun mereka akhirnya menghisap rokok dalam jumlah lebih banyak, menghirup lebih dalam dan lebih sering, untuk mendapatkan dosis nikotin yang sama banyaknya dengan rokok biasa.” Sebenarnya tidak ada studi yang menunjukkan bahwa risiko kanker paru menjadi lebih rendah ketika menghisap rokok ‘putih’ atau rokok rendah tar.6

Keuntungan berhenti merokok

Tidak banyak yang tahu bahwa ketika seseorang berhenti merokok, terjadi berbagai perubahan pada tubuh. Jika ditilik secara jangka pendek, bahkan hanya dalam waktu 20 menit setelah rokok yang terakhir, terjadi penurunan tekanan darah dan detak jantung. 8 jam berikutnya akan terjadi penurunan kadar karbonmonoksida pada darah dan peningkatan kadar oksigen menjadi normal. Lebih baik lagi, 24 jam setelah rokok terakhir akan terjadi penurunan risiko serangan jantung.7

Sementara itu, secara jangka panjang, perbaikan-perbaikan yang terlihat setelah berhenti merokok akan menjadi lebih nyata. Paling tidak selama 2 minggu – 3 bulan setelah rokok terakhir, fungsi paru akan meningkat dan sirkulasi darah akan membaik. Satu tahun setelahnya risiko penyakit jantung koroner berkurang 50% dibanding perokok. Bahkan risiko stroke akan sama dengan orang yang tidak pernah merokok lima tahun setelahnya. Dan mereka yang berhasil berhenti merokok hingga 15 tahun lamanya patut berbangga hati karena risiko penyakit jantung menjadi sama dengan orang yg belum pernah merokok sebelumnya.7

Pilihan pengobatan terbaru

Hanya sedikit perokok yang berkonsultasi ke dokter, karena merasa berhenti merokok murni menjadi tanggung jawab pribadi. Padahal lingkungan dan dokter bisa sangat mempengaruhi dan membantu keberhasilan dalam upaya berhenti merokok. Namun pada kenyataannya, dokter seringkali mengalami hambatan dalam memberikan solusi tepat bagi perokok yang ingin berhenti. Hal ini mungkin disebabkan karena tidak adanya pilihan pengobatan yang efektif seperti pada pengobatan tekanan darah tinggi atau hiperkolesterolemia.8

“Pengobatan berhenti merokok yang saat ini tersedia umumnya berbentuk terapi pengganti nikotin dalam bentuk permen, plester, dan semprot hidung. Prinsip kerjanya adalah memberikan nikotin dalam dosis kecil secara bertahap sehingga mengurangi gejala ketergantungan yang sering dirasakan oleh orang yang sedang berusaha berhenti merokok (withdrawal symptoms),” jelas Dr. Irawan Rustandi, Medical Director PT Pfizer Indonesia. ”Survei terhadap perokok di Indonesia menunjukkan 50% perokok menginginkan pengobatan baru yang lebih efektif sehingga menambah peluang keberhasilan. Jawaban yang sama diberikan oleh dokter, di mana 81% di antaranya menginginkan adanya obat yang lebih efektif bagi pasien yang ingin berhenti merokok,” lanjutnya lagi.3

Memang dibutuhkan lebih dari sekedar motivasi yang kuat dari si perokok maupun lingkungan sekitarnya untuk dapat melepaskan diri dari bahaya merokok. Untuk itu, PT. Pfizer Indonesia akan segera menghadirkan sebuah solusi terbaru yang melalui beberapa penelitian telah terbukti secara medis dapat membantu berhenti merokok. Berbeda dengan obat-obat lain yang terlebih dahulu beredar, obat ini tidak mengandung nikotin. Selain itu, obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter ini telah mendapatkan persetujuan dari BPOM Indonesia pada kwartal pertama tahun 2007 ini. PT. Pfizer Indonesia akan secara resmi segera meluncurkan solusi untuk mengatasi masalah merokok ini di Indonesia. Hadirnya solusi terbaru ini diharapkan dapat membantu para dokter menangani pasiennya terbebas dari kecanduan merokok.

--000--

Catatan:
SUPPORT (Smoking: Understanding People’s Perceptions, Opinions and Reactions to Tobacco) merupakan salah satu survei global besar yang meneliti pandangan dan sikap perokok terhadap kebiasaan merokok dan upaya untuk berhenti merokok. Dilakukan pada tahun 2006, sekitar 2500 perokok usia 25+ dari 10 negara diwawancarai untuk studi ini, yaitu Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Spanyol, Korea Selatan, Swedia, Inggris dan Amerika. SUPPORT didanai oleh Pfizer.
STOP (Smoking: The Opinion of Physicians) adalah salah satu survei global yang melibatkan dokter umum dan dokter keluarga mengenai pandangan dan sikap mereka terhadap kebiasaan merokok dan upaya untuk berhenti merokok. Dilakukan pada tahun 2006, sekitar 2836 dokter dari 16 negara disurvei dengan metode wawancara, yaitu Kanada, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Jepang, Korea, Meksiko, Belanda, Polandia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris dan Amerika. STOP didanai oleh Pfizer.
Varenicline Asian Consumer Research – Indonesia adalah bagian dari sebuah survei yang dilakukan secara simultan di 4 negara (Cina, Thailand, Indonesia, India) melalui metode wawancara untuk mengetahui profil segmentasi perokok di masing-masing negara. Di Indonesia survei ini melibatkan 460 pria 18-65 tahun di Jakarta dan Surabaya. Survei ini didanai oleh Pfizer.

sumber : www.stopmerokok.com

_________________
Forum Kampus UPN

Admin
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 358
Lokasi : di area Hotspot UPN
Job/hobbies : Administrator
Registration date : 11.03.08

Lihat profil user http://upnjatim.forumeast.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by ginanjar on Tue Jun 03, 2008 8:58 pm

ingat! rokok sangat berbahaya

ginanjar
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 260
Age : 29
Lokasi : Daerah FE UPN aj
Registration date : 17.03.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by vie_imoetz on Wed Jun 04, 2008 12:28 pm

kalo tau rokok berbahaya, kenapa masih di perjual belikan yach.....???
padahal di kemasan setiap rokok, ada warningnya kan.
kenapa masih banyak yg suka.

cewek-cewek juga, sekarang banyak yg merokok.
rokok punya kepuasan sndr kali, bagie mereka2 yg merokok.
kalo ga merokok, katanya mulutnya garing gt.
ikh... sdh kecanduan gt, sulit buat hindari buat ga merokok lg.

kalo ga ada niatan jg dr dirinya sndri, pasti sulit.
semua tergatung dr niat.............

he...he..., gulung ck..ckk..ckk... ngemeng apa`an sech q.
ga nyangkut sm skali yach. palu
sm topiknya pak admin...., maap dech.
biz tanganq hari ini pengen ketik-ketik aza. Smile

vie_imoetz
Moderator
Moderator

Female
Jumlah posting : 331
Age : 28
Lokasi : surabaya
Job/hobbies : browsing, reading, traveling, mancing
Registration date : 11.03.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by Admin on Thu Jun 05, 2008 8:49 am

Yang pasti, bagi orang yant tidak perokok, pasti pendapatnya seperti sdri Ega_Cute...

Tapi beda bagi orang yang sudah kecanduan rokok.

Coba tanyakan saja pada mereka yang perokok berat.

"Apabila punya uang pas2an, penting mana, apakah untuk membeli sarapan pagi atau membeli rokok+ngopi buat memenuhi kebutuhannya" .... Smile

Disitu baru keliatan, bagaimana rokok bisa membuat orang kecanduan dan berpikiran seperti tidak punya logika... padahal mereka para perokok tuh sadar kalo merokok bisa mengganggu kesehatan dan mengurangi umur... Smile)


memang sulit untuk berhenti merokok, orang saya juga merokok Smile)

_________________
Forum Kampus UPN

Admin
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 358
Lokasi : di area Hotspot UPN
Job/hobbies : Administrator
Registration date : 11.03.08

Lihat profil user http://upnjatim.forumeast.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by ginanjar on Thu Jun 05, 2008 11:29 am

rokok tu penghasil pajak terbesar negara...

ginanjar
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 260
Age : 29
Lokasi : Daerah FE UPN aj
Registration date : 17.03.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by davidozora on Thu Jun 05, 2008 6:49 pm

betul jg pak admin,kyknya merokok sudah menjadi budaya dari

negara qt,bahkan anak kecil yg msh dibawah umur j udh merokok,....cpk deh,apa kata dunia.... tembak

_________________

davidozora
Moderator
Moderator

Male
Jumlah posting : 456
Age : 28
Lokasi : stay in here (PIN BB: 29822B15)
Job/hobbies : mod
Humor : Banyak...
Registration date : 26.03.08

Lihat profil user http://www.Zonehacking.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by ginanjar on Tue Jun 10, 2008 8:16 pm

tp g tau knp orng ind, udh dbkn aturan dlarang mrokok , malah bangga merokok....

ginanjar
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 260
Age : 29
Lokasi : Daerah FE UPN aj
Registration date : 17.03.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by davidozora on Mon Jun 16, 2008 8:34 pm

betul2 ginanjar....orang indo saat ini emank kyk gt...beda ama orang dulu2,maksudnya orang

zaman purba...hehehe... ngakak ngakak

_________________

davidozora
Moderator
Moderator

Male
Jumlah posting : 456
Age : 28
Lokasi : stay in here (PIN BB: 29822B15)
Job/hobbies : mod
Humor : Banyak...
Registration date : 26.03.08

Lihat profil user http://www.Zonehacking.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by ginanjar on Wed Jun 25, 2008 5:15 pm

berarti orang yang merokok lebih purba lagi donk.he2

ginanjar
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 260
Age : 29
Lokasi : Daerah FE UPN aj
Registration date : 17.03.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Berhenti Merokok (Keinginan Kuat saja Tidak Cukup - Survey Membuktikan)

Post by Sponsored content Today at 9:24 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik