Pro Kontra RUU Pornografi semakin memanas

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pro Kontra RUU Pornografi semakin memanas

Post by Admin on Thu Sep 25, 2008 11:49 am

Pro kontra RUU Pornografi semakin hari semakin memanas, di koran2 di televisi dan diradio, banyak orang membicarakan RUU ini, entah mana yang benar. Berikut ini saya ambil kutipan dari Kompas

Koalisi lembaga swadaya masyarakat perempuan yang mengatasnamakan masyarakat sipil menolak Rancangan Undang-Undang Pornografi. Sebab, RUU tersebut dinilai justru membatasi ruang gerak perempuan untuk berekspresi.

"RUU ini mengatur tentang hal yang seharusnya tidak diatur. Ini justru akan membatasi ruang gerak perempuan untuk berekspresi. Bukannya kami pro dengan pornografi, tapi mereka hanya memosisikan perempuan sebagai obyek, bukan subyek," ujar Direktur Kalyanamitra Rena Herdiyani saat temu wartawan di Gedung Komisi Nasional Perempuan, Jakarta, Minggu (14/9).

Menurut mereka, RUU ini dinilai sumir karena definisi pornografi tidak jelas dan bertendensi mengkriminalkan pihak-pihak yang sebenarnya menjadi korban pornografi. Selain itu, terdapat kecenderungan melakukan politisasi tubuh dan isu seksualitas.

Direktur LBH Apik Estu Rakhmi Fanani mencontohkan kesumiran tersebut. Misalnya, Pasal 1 Bab I tentang Ketentuan Umum yang menyebutkan, "Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentu gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat."

Definisi ini, ujarnya, menunjukkan longgarnya batasan "materi seksualitas" dan menganggap karya manusia, seperti syair dan tarian (gerak tubuh) di muka umum, sebagai pornografi. Frasa membangkitkan hasrat seksual atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat bersifat relatif dan berbeda di setiap ruang, waktu, ataupun latar belakang.

"Oleh karena itu, menggunakan definisi ini potensial untuk mengkriminalkan seseorang atas persepsi subyektif semata. Selain itu, RUU ini juga bertentangan dengan Pasal 28 I UUD 1945," imbuhnya.

"Kalau nanti disahkan, kita memakai pakai rok mini atau tank top pun kena hukuman karena dianggap membangkitkan hasrat seksual. Begitupun jika kita tidak memakai jilbab," tutur Koordinator Program RAHIMA AD Kusumaningtyas.

Setuju atau tidakkah anda terhadap RUU tersebut, apa pendapat anda tentang hal ini.

angkat gelas

RUU Pornografi bisa Didownload Disini (Klik Disini)

_________________
Forum Kampus UPN

Admin
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 358
Lokasi : di area Hotspot UPN
Job/hobbies : Administrator
Registration date : 11.03.08

Lihat profil user http://upnjatim.forumeast.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik